Minggu, 20 Januari 2013

[1/2] Please, Make Me Believe

Title: Please, Make Me Believe [1/2]
Author: JustA Baekhyun (MeydaaWK)
Cast: 
-Choi Sooyoung
-Cho Kyuhyun
Genre: Sad, Romance, School Life
Rating: PG13
Length: Twoshoot
Author Note:
 Annyeong, mulai sekarang--hanya untuk sementara--Author ngepost ffnya disini ya. Soalnya sekalian ngepromosiin blog hehe *evillaugh
Nah, tapi sekarang Author bawa Twoshoot baru ne hehe
Impostressnya lanjutnya kapan2 aja yah, biar panjang :) 

____________________

SIDER? GET OUT!
Check It Out!
Happy Reading~

___________________

AUTHOR POV

Sesaat, Sooyoung mengira dirinya bermimpi. Betapa tidak, di hadapannya sekarang—sebenarnya di depan kelas—berdiri seorang namja yang sedang memperkenalkan dirinya dengan sikap angkuh yang dingin. Sudah lama dia tidak merasakan perasaan yang seperti ini. Ada apa dengan dirinya? Benarkah dirinya jatuh cinta lagi?
Sooyoung menggeleng-gelengkan kepalanya.
Dia sudah berjanji dua tahun yang lalu, bahwa dia tidak akan jatuh cinta lagi, kepada siapapun. Tidak peduli semenarik apa namja itu. Dia hanya berpikir bahwa dia sanggup menepati janjinya itu karena namja yang bersekolah di SMU-nya rata-rata adalah orang yang menganggapnya aneh. Itu saja. Dan karena itu, mereka tidak punya alasan untuk jatuh cinta kepada Sooyoung yang dingin dan aneh. Tapi namja ini… Dia tidak yakin apakah dia sanggup melewatkan namja itu…
“Selesai. Apa aku sudah boleh duduk?!” Tanya namja itu, yang tak lain adalah
Kyuhyun dengan dingin.
Songsaenim yang mengajar mengangguk. “Kau boleh duduk di samping yeoja berambut bergelombang itu. Iya, disana. Di pojok.” Katanya.
Refleks, Sooyoung mendongak. Apa yang Park Songsaenim bilang? Yeoja dengan rambut bergelombang?! Hanya dia dan Haera yang memiliki rambut ikal bergelombang di kelas. Dan, Haera duduk di barisan paling depan dan bukannya pojok. Berarti, yeoja yang dimaksud Park Songsae adalah dirinya…
“Yeoja itu?” Tanya Kyuhyun lagi sambil menunjuk Sooyoung yang masih terdiam.
“Ya.” Kata Park Songsaenim sambil tersenyum. “Namanya Sooyoung, Choi Sooyoung. Dia adalah yeoja yang—”
“ANEEEH!” Teriak seisi kelas, kecuali Kyuhyun dan tentu saja, Sooyoung.
Park Songsae mendelik, “Tidak benar apa yang dikatakan mereka tadi. Sooyoung itu sangat pintar dan pendiam. Jadi mereka menganggapnya aneh.”
Kyuhyun menatap Sooyoung sekilas, lalu mengangkat bahu dan menyeret ranselnya ke kursi pojok. Setelah meletakkan ranselnya di laci, Kyuhyun menatap Sooyoung intens. Lalu beralih ke beberapa buku tulis dan buku teks yang ditata dengan rapi di atas meja. “Sepertinya kau memang benar-benar aneh.” Katanya datar lalu berbalik menatap ke depan, tidak menatap Sooyoung yang terlihat seakan ingin meledak.
Sooyoung mendorong pensilnya ke tengah, lalu berkata, “Kalau kau tidak ingin duduk dengan orang aneh sepertiku, silakan cari tempat duduk yang lain.”
“Kau ini buta ya? Apa kau tidak bisa melihat? Hanya kursi ini yang kosong! Lagipula siapa yang ingin duduk denganmu.”
Sooyoung menghela napasnya. Namja di sampingnya ini benar-benar mengesalkan. Tapi, Sooyoung harus menahan amarahnya yang menggebu dengan menarik napas dalam. Setelah merasa sedikit lega, Sooyoung menulis di buku catatannya dan akhirnya, sibuk dengan dunianya sendiri. Seperti biasanya…
Diam-diam Kyuhyun menatap Sooyoung yang sudah sibuk mencatat, pandangannya tertumbuk pada rambut Sooyoung yang cokelat ikal bergelombang, hanya satu yang dapat disimpulkannya tentang yeoja ini, yaitu: benar-benar tidak modis! Memangnya gadis itu tidak pernah melihat model-model di televisi yang memiliki rambut panjang bewarna pirang lurus yang sedang tren?!
Kyuhyun mendecih pada yeoja itu dengan pelan, lalu mengalihkan pandangannya ke arah papan tulis.
_
____________________


Bel terdengar beberapa kali, tanda istirahat. Suara lega terdengar di penjuru kelas yang dihuni oleh Sooyoung. Dia menatap teman-temannya yang ribut memasukkan buku-buku ke dalam tas dan langsung melesat keluar kelas. Sebenarnya dia iri pada yeoja-yeoja yang memiliki teman. Tidak seperti dirinya…
Tanpa sadar, Sooyoung menghela napasnya keras.
Dia benar-benar lelah menjadi pendiam begini. Lalu dengan berat tangannya memasukkan buku teks dan catatan tadi ke dalam tas dan mengeluarkan kotak makanan. Dia memang selalu memasak untuk dibawa ke sekolah. Lalu Sooyoung sadar bahwa ada orang di sampingnya. Dan orang itu belum keluar dari kelas seperti teman-temannya yang lain.
“Kau tidak istirahat?” Tanya Sooyoung memberanikan dirinya sendiri. “Tadi itu bel istirahat, kalau kau tidak tahu.”
“Kau kira aku bodoh?!” Tanya Kyuhyun sinis. “Aku tahu itu bel apa. Tapi aku tidak tahu jalan menuju kantin.”
“Ah, sudah kutebak. Tapi sayangnya aku tidak bisa mengantarmu. Aku selalu membawa bekal. Hmmm, kau lapar tidak?”
Kyuhyun menatap Sooyoung yang tampak bersungguh-sungguh. “Lumayan,” katanya akhirnya. Percuma berbohong pada yeoja aneh seperti Sooyoung.
“Baiklah, ini.” Sooyoung menyodorkan sandwich kepada Kyuhyun. “Aku membawa lebih. Untukmu saja.”
Kyuhyun memandangi sandwich di atas kotak bekal itu. Memang ada tiga.
“Aku tidak menaburkan racun, kok, kalau kau ragu.”
Diam-diam Kyuhyun tersenyum. Yeoja ini benar-benar aneh dan polos. Dia bukannya curiga, tapi meyakinkan dirinya apa tidak terlihat memalukan memakan bekal milik seseorang yang beberapa jam lalu dibentaknya.
“Kenapa lagi?” Tanya Sooyoung.
“Baiklah, gomawo.”
“Nde.” Sooyoung melahap sandwich miliknya. “Kalau besok kau belum dekat dengan teman-teman, kau bawa bekal saja untuk dimakan. Karena aku tidak mungkin mengantarmu.”
“Wae?”
“Wae? Apa maksudmu?”
“Kenapa kau tidak mungkin mengantarku?” Tanya Kyuhyun. “Kau tidak lumpuh kan?”
“Tentu saja tidak,” Sooyoung terkekeh. “Aku ini selalu dihina. Kau jelas tahu itu, makanya aku tidak ingin keluar dari kelas. Aku pernah keluar sekali, dan hasilnya, seseorang menyiram jus di baju dan rambutku.”
Diam-diam Kyuhyun merasa kasihan kepada Sooyoung. Dulu dia juga begitu, ketika masih bersekolah di Amerika. Itulah sebab kenapa dia menjadi dingin seperti ini.
“Kau membuat ini sendiri?” Tanya Kyuhyun, setelah dua kali menggigit sandwich milik Sooyoung.
“Tentu saja.”
“Kalau begitu, kau pintar memasak.”
Sooyoung menggeleng, rambutnya yang digerai bergerak mengikuti kepalanya. “Tidak pintar, tapi lumayan.” Katanya.
“Terserah sajalah.” Ujar Kyuhyun sambil menggigit sandwich yang tersisa lalu membersihkan meja dari rempah-rempah. “Siapa namamu tadi? Aku lupa.”
Sooyoung menatap Kyuhyun sebentar. “Choi Sooyoung. Kau siapa? Tadi aku sedang membaca,”
“Cho Kyuhyun.”
“Oke. Kita teman sekarang?”
Kyuhyun mengangguk. Lalu mereka ber-high five.
___________


“Kau benar-benar ingin mengantarku?” Tanya Sooyoung sambil menatap Kyuhyun yang sedang mengeluarkan mobilnya dari parkir.
“Sekali lagi kau bilang begitu, aku akan membatalkan rencana baikku.”
“Tapi kau kan tidak tahu rumahku.” Bodoh! Rutuk Sooyoung dalam hati. Memangnya Kyuhyun tidak bisa bertanya padanya?! Aisssh, Sooyoung ppabo!
Kyuhyun tidak mendengar kata terakhir Sooyoung dan memutuskan untuk mengabaikannya. “Cepat naik.”  Perintahnya sambil memandangi Sooyoung yang tampak bingung. “Kau tunggu apa lagi?!”
“Arra arra,” ujar Sooyoung cepat-cepat, lalu segera membuka pintu mobil dan hampir duduk di kursi belakang.
“Dan, aku bukan sopir. Jadi, kau duduk di depan atau tawaran baikku batal.”
“Cih,” decih Sooyoung, lalu kembali menutup pintu dan masuk ke kursi depan. Dia memandangi Kyuhyun yang tampak santai menjalankan mobilnya.
“Dimana rumahmu?” Tanya Kyuhyun saat mobilnya sudah memasuki jalan utama.
Sooyoung menyebutkan rumahnya dengan ragu, lalu memutuskan bahwa dia adalah teman Kyuhyun, dan karena hal itu, dia harus percaya pada temannya.
“Ah, disana rupanya. Kalau begitu, rumahmu searah dengan rumahku.” Kata Kyuhyun sambil menyalakan lampu sen dan membelokkan mobilnya dengan gesit. “Kita bisa berangkat dan pulang bersama.”
“Memangnya tidak merepotkan ya?” Tanya Sooyoung ragu.
“Tentu saja tidak.” Ucap Kyuhyun santai. “Aku ini sudah lama tinggal di Amerika, jadi kadang-kadang aku lupa jalan di Korea. Dan karena hal itu, kau pasti bisa membantuku.”
Sooyoung merasa aneh dengan dirinya. Kenapa saat Kyuhyun mengatakan itu, dia merasa kecewa? Memangnya apa yang diharapkannya? Kyuhyun jatuh cinta padanya dan rela mengantar-jemputnya? Ppabo!
“Ah, ne. Pasti aku akan membantumu mengingat.” Ujar Sooyoung dengan pelan. “Tapi itu jika masih dalam lingkup Seoul, kalau di luar, aku sudah lupa.”
Kyuhyun terkekeh, lalu kembali membelokkan mobilnya. “Rumahmu masuk kompleks mana?” Tanyanya sambil menyalakan radio tape di dalam mobilnya. Dia menyalakan lagu SNSD, Baby Maybe. Pas sekali, karena itu adalah lagu kesukaan Sooyoung.
“Kedua,” jawab Sooyoung. “Aku sangat suka dengan lagu ini.”
“Aku juga suka. Tapi menurutku, musiknya terlalu manja.”
“Memangnya ada musik yang manja? Kau ini bagaimana?!”
Kyuhyun merengut. Terkadang Sooyoung bisa sangat bodoh sampai membuatnya kesal. “Ya! Selera orang kan berbeda-beda.” Tandasnya dengan cepat.
“Arra, aku tahu itu. Tapi, itu hal yang—”
Kyuhyun langsung mengeraskan volume lagu itu sehingga suara Sooyoung dan suaranya sendiri tenggelam.
“Dasar menyebalkan!” Sungut Sooyoung. “Nah, itu rumahku. Yang bercat hijau!”
“Mana?” Kyuhyun menatap kedepan, lupa dengan kekesalannya sedetik yang lalu. “Ah, yang memiliki bunga di pelatarannya?”
“Itu bukan bunga. Itu pohon.”
Kyuhyun mengecilkan volume lagu itu, supaya dia bisa mendengar ucapan Sooyoung dengan jelas. Lalu menghentikan mobilnya di depan rumah bercat hijau yang tampak sederhana itu.
“Benar disini?” Tanya Kyuhyun sambil membuka kunci pintu mobil.
“Arra. Kau pikir aku lupa dengan rumahku sendiri? Ayo masuk. Kau pasti haus. Seoul sangat panas pada jam seperti ini.”
Kyuhyun menatap arloji Rolex di tangannya. “Mianhae, tapi aku ada urusan. Lain kali aku pasti mampir.” Katanya. “Besok kujemput,”
Sooyoung mematung cukup lama sampai dia tidak sadar bahwa Kyuhyun sudah menghilang dengan mobil sport-nya. DIa lalu tersenyum lebar. Lalu dengan semangat dia memasuki rumahnya sendiri dan bergoyang kesana kemari dengan senang.
Semenit kemudian, Sooyoung tersadar.
Bolehkah dia jatuh cinta pada Kyuhyun? Lalu melanggar sumpahnya? Sooyoung mematung di depan pintu rumahnya, dia menggeleng-gelengkan kepalanya, melepas sepatu dan kaus kakinya, lalu memasuki rumahnya yang sepi. Dia memang tinggal sendirian karena orangtua dan saudara-saudaranya tinggal di Jepang dan dia tidak boleh pulang ke Jepang sebelum sekolahnya selesai.
Sooyoung menaiki tangga pendek untuk menuju kamarnya. Rumahnya hanya satu lantai, tapi dia membuat tangga kecil yang pendek untuk masuk ke dalam kamarnya. Dia memutar kunci, lalu masuk ke dalam kamarnya yang bernuansa biru cerah. Biasanya dia selalu mengutuk diri karena warna cerah di kamarnya sangat kontras dengan perjalanan hidupnya, tapi kali ini, Sooyoung mreasa senang telah memilih warna itu.
Benarkah dia sudah jatuh cinta?
MWO?!
____________________


Kyuhyun memarkir mobilnya di garasi rumahnya yang besar dan megah. Ada tiga mobil berderet di depan mobilnya. Dengan malas, Kyuhyun keluar dari mobil dan meraih ranselnya lalu menggantungkannya di bahu.
“Selamat datang, tuan.” Sambut seorang pembantu muda yang selalu berjaga di depan rumahnya setiap harinya.
Kyuhyun hanya mengangkat alis angkuh dan masuk ke kamar. Para pembantu berebut ingin melepaskan sepatu, jas, dan membawakan tasnya. Tapi Kyuhyun menolak itu semua. Dia suka hidup mandiri, bukannya manja seperti yang dikehendaki oleh kedua orangtuanya yang berlebihan.
Nyonya Cho—ibu Kyuhyun—menatap pembantu-pembantu yang mengikuti Kyuhyun dan memberi isyarat agar mereka semua pergi. Ruangan jadi senyap seketika.
“Apa sekolahmu menyenangkan?”
“Lumayan,”
“Itu sekolah terbaik, Cho Kyuhyun. Seharusnya kau mengatakan ya!”
Kyuhyun menghela napasnya kesal. “Aku lelah, suruh pembantu-pembantu itu pergi dari kamarku dan suruh mereka melakukan hal yang lebih penting.” Katanya dan langsung meninggalkan ibunya yang menghela napas kesal.
“Aissh, jinjja!” Seru Nyonya Cho sambil turun dari tangga dan kembali ke lantai satu.
Kyuhyun memasukkan nomor kombinasi kamarnya dan menguncinya. Benar-benar rumah yang berlebihan. Seluruh ruangan diberi kunci kombinasi. Dan itu membuat Kyuhyun kesal karena dia tidak hapal nomor-nomor itu. Dia baru bisa masuk dapur setelah memasukkan nomor kombinasi, masuk ke ruang keluarga setelah memasukkan nomor, blah blah blah. Kyuhyun melemparkan tasnya ke lemari untuk ransel-ransel mahalnya, membuat suara gedebukan yang memekakkan telinga. Setelah melihat ranselnya tersungkur bersama beberapa ransel kulit pemberian ibunya, Kyuhyun tersenyum puas dan masuk ke kamar ganti.
Di kamarnya, ada lima ruangan. Yaitu: kamarnya sendiri—sekaligus privasinya—yang berisi kasur dan beberapa nakas dan meja belajar; kamar ganti, yang berisi baju-bajunya, jas, celana, dan pakaiannya lainnya; kamar mandi; ruang perlengkapan, yang berisi seperti lemari ransel, aksesori, sepatu, dan lain-lain, dan yang terakhir; ruang kerja. Di umurnya yang kurang dari dua puluh, dia harus mengurus pekerjaan.
Setelah mengganti seragamnya dengan celana training dan kaus biasa, Kyuhyun menyalakan mesin jukebox di ruang kerja. Sedetik kemudian, lagu milik EXO, yaitu Machine, terdengar di seisi ruangan kerjanya yang kedap suara. Kyuhyun memeriksa berkas yang pagi-pagi tadi dikirim oleh pembantu-pembantunya. Ada banyak sekali dokumen-dokumen penting yang harus di tanda tanganinya. Beberapa menit kemudian, Kyuhyun sudah tenggelam dalam berkas-berkas itu.
_______________


Sooyoung menatap arlojinya dengan sabar. Dia sedang duduk di dapur, menanti kedatangan Kyuhyun. Dia tidak punya nomor ponsel Kyuhyun, jadi dia tidak bisa mengirim pesan pada namja itu. Lagipula, sejak setahun yang lalu, dia tidak pernah memegang ponsel. Dia punya ponsel, hanya tidak menggunakannya. Entah dimana ponsel itu sekarang.
Terdengar suara klakson mobil yang memekakkan telinga dari depan, Sooyoung langsung berlari menuju pintu dan melihat Kyuhyun tengah duduk di samping mobilnya.
“Chamkamman, apa kau sudah makan?!” Teriak Sooyoung.
Kyuhyun mengangguk, menghampiri Sooyoung yang memberi isyarat agar dia segera masuk.
“Ah, kalau begitu tunggu disini ya. Aku lupa tidak membawa kaus olahraga,” ujar Sooyoung sambil berlari masuk ke dalam rumah, membiarkan Kyuhyun duduk di teras rumahnya yang nyaman. Beberapa menit kemudian, Sooyoung sudah keluar. Kali ini dia memakai sepatu kets bewarna putih, menguncir rambutnya, dan menjinjing ranselnya.
“Kau bawa bekal?” Tanya Kyuhyun, ketika mereka sudah masuk ke dalam mobil.
Sooyoung mengangguk. “Kau sendiri?” Tanyanya.
“Aku lupa menyuruh pembantu menyiapkannya.”
“Sudah kutebak. Tapi tenang saja, aku membawa dua bekal kok.”
Mata Kyuhyun membulat. Sooyoung terkadang sangat baik, dan perhatian. Kyuhyun sendiri heran, terbuat dari apakah hati gadis itu. Tapi Kyuhyun menendang jauh-jauh pemikiran itu, bisa saja itu karena dia telah mengantar-jemput yeoja itu. Itu saja.
“Berapa nomor ponselmu?” Tanya Kyuhyun tiba-tiba, membuat Sooyoung sedikit tersentak karena sedari tadi dia melamun.
“Ah—aku lupa dimana aku menaruh ponselku.” Jawab Sooyoung. “Mungkin nanti aku akan mencarinya.”
Dasar gadis aneh. Batin Kyuhyun sambil memandangi Sooyoung yang tengah memandangi jalanan yang ramai. Sesampainya mereka di dekat sekolah, Sooyoung meminta turun di tikungan sekolah.
“Wae?” Tanya Kyuhyun heran.
“Mmm, aku tidak mau kau ikut-ikutan dibenci karena berteman denganku. Nanti kau tidak bisa berteman dengan mereka. Sana jalan, terima kasih ya.” Jelas Sooyoung sambil tersenyum tipis, getir tepatnya.
Kyuhyun hanya mengangguk dan menjalankan mobilnya setelah Sooyoung keluar.
Sooyoung menatap debu-debu halus yang ditinggalkan mobil Kyuhyun di jalanan, entah kenapa, dia punya firasat bahwa dia tidak boleh dekat dengan Kyuhyun. Entah kenapa.
______________


“Lempar yang benar, Sooyoung-ssi!” Seru seorang yeoja angkuh yang bernama Min Young dengan kasar.
Sooyoung berusaha menservis bola voli tersebut, tapi sepertinya bola itu tidak mau menurut dengannya dan malah keluar dari garis lapangan.
“Aaah. Dasar sial. Kenapa kita bisa satu kelompok dengan yeoja aneh sepertinya?!” Seru Haera, temannya yang lain.
Sooyoung mengela napasnya. Dicaci-maki sudah menjadi kebiasaannya jika pelajaran olahraga.
“Ayo, kita mulai lagi. Awas kau, Sooyoung-ah! Sekali lagi, kau membuat kesalahan, aku akan menamparmu!” Seru Naeri dengan kesal.
Kembali Sooyoung menghela napas. Lelah sekali. Dia kembali mengeratkan kuncir rambutnya yang melorot, lalu kembali menyiapkan tangannya untuk menservis bola.
Sooyoung kembali gagal. Dia sudah lelah sekali hingga otot tangannya terasa ngilu. Dia menjatuhkan bola itu sebelum melampaui net.
Dengan kesal Min Young menservis bola, kali ini, tujuannya adalah wajah Sooyoung. Dan, DDUK! Bola itu terbang dan tepat mengena ke kepala Sooyoung membuat gadis itu limbung sejenak, sebelum akhirnya, pingsan.
Kyuhyun melihat keramaian di lapangan voli yang berjejer dengan lapangan basket yang saat ini diinjaknya. Kim Songsaenim, guru pelajaran olahraga, menghentikan permainan mereka dan berjalan menuju ke lapangan voli.
“Apa yang dilakukan mereka?” Tanya seorang namja, yang baru tadi pagi mengajak Kyuhyun berkenalan.
“Aniya, aku juga tidak tahu.” Sahut Kyuhyun. “Menurutmu, apa mereka biasa begini?”
Chanyeol mengangguk, “Biasanya, gadis-gadis itu mencelakai Sooyoung—gadis aneh yang sebangku denganmu itu.” Jelasnya dengan nada datar.
Kyuhyun membulatkan matanya, menatap Chanyeol heran, “Dan kau hanya biasa saja?!” Serunya.
Well, aku tidak tahu harus melakukan apa.”
Kyuhyun merasa dadanya tiba-tiba sesak, dia merasa rasa cemas—rasa yang tidak pernah dirasakannya—membuncah di dadanya. Dia bergegas melihat ke lapangan voli dan dia hanya melihat sekelompok yeoja sedang tertawa bersama-sama sambil ber-high-five, pandangan Kyuhyun tertuju pada noda darah di lapangan itu. Tiba-tiba pandangan Kyuhyun mengabur.
BRUK.
“Kyuhyun-ssi!” Teriak Chanyeol begitu melihat tubuh Kyuhyun ambruk. Chanyeol segera memanggil teman-temannya dan berusaha menggotong Kyuhyun ke UKS.

T B C
Hehe, gimana? Baguskah?
Kalo commentnya banyak, ntar min post cepet2 lanjutannya ^^
Oke?
Annyeong ^^

5 komentar:

  1. lho..kyuppa knapa, thor? ah soo unn ksian bngett.........kyuyoung jjang pkoknya...next part palliwa, ne? and yg impostress juga...daebak!!

    BalasHapus
  2. Aigo
    kasihan bagt sih soo onnie
    emang seaneh apa sih soo onnie,sampe di bully kayak gitu
    loh kok kyu pingsan
    kenapa?
    apa karena kyu takut darah???

    BalasHapus
  3. ciyeeee,kyuppa sehati ama soo eonn
    sama2 pingsan :D

    kasihan banget sih soo eonni harus d bully terus

    next part d tnggu :)

    BalasHapus
  4. menurutku malah tmn2nya yg aneh. jls2 soo pintar -__-
    ini knp kyu jd ikutan pingsan?! kirain mau nolongin soo o_O

    BalasHapus
  5. Jgn2 kyu trauma liat darah...
    Ak bc lg ya thor

    BalasHapus

 

CRACKER Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template