Sabtu, 02 Februari 2013

Impostress [Chapter 5]


Title: Impostress

Author: MeydaaWK or JustBaekhyun

Cast: Find It By Yourself.

Genre: Sad, Romance

Rating: PG15


Length: Series

Poster: UnniKNA

Author Note:

Annyeong semuanya ^^

Akhirnya Author comeback barengan sama ultahnya abang Epil keke~

Udah lumutan banget ya nih ff gak pernah dilanjut -____-

Udah ah cape cingcongnya, langsung aja ya ^^

DON'T BE SIDERS, PELASEE!!!

Check It Out!

Happy Reading~

__________________


“Kerja bagus, Seo Joo Hyun. Aku minta, hancurkan hubungan mereka.” Kata seorang yeoja dengan senyum sinis mengembang di bibirnya.
“Tenang saja, Song Qian-ssi. Ini baru permulaan.”
Dua gadis itu tersenyum denga sinis. Mereka sudah merusak gaun Soojin. Dan mereka masih punya banyak rencana selain itu.

_________

“Kau terlalu baik, Soojin-ah.” Ujar Kyuhyun berulang-ulang sambil merengut. “Kalau aku jadi kau, aku pasti akan menampar gadis itu. Dia pasti sengaja menumpahkan jusnya di gaunmu,”
“Cho Kyuhyun,” panggil Sooyoung dengan sopan. “Kita tidak boleh berpikiran negatif pada orang yang tidak kita kenal. Bisa saja Joohyun itu memang tidak sengaja.”
Kyuhyun menghela napasnya. Percuma saja berkata buruk di depan anaenya, toh anaenya itu selalu berpikiran positif. Padahal jelas-jelas Seohyun berencana membuat gaunnya berantakan.
“Kau masih memikirkan hal itu?” Tanya Sooyoung sambil mendekatkan dirinya ke arah Kyuhyun, Kyuhyun masih mengemudi dengan serius. “Kyuhyun-ah... kau tidak boleh bersikap begini.”
“Arraso. Aku akan berpikir positif.” Kata Kyuhyun akhirnya. Seharusnya, yang merasa marah itu Sooyoung—karena dipermalukan di depan banyak orang oleh sekretaris barunya itu—tapi kenapa justru dia yang marah? Setidaknya, Soojin adalah istrinya.
Kyuhyun membelokkan mobilnya menuju parkiran apartemen tempatnya selama ini tinggal. Malam sudah larut, tapi Seoul masih ramai saja. Kyuhyun memarkirkan mobilnya di lantai kedua, lalu membantu Sooyoung turun.
Gaun yang dikenakan Sooyoung masih basah pada bagian dada. Warna oranye jeruk tampak remang-remang.
Mereka kemudian naik ke lift yang ada di parkiran dan menuju apartemen mereka.

____________

“Selamat pagi, tuan.” Sambut Seohyun sambil membungkuk hormat. Dia sengaja datang pagi-pagi supaya dapat melihat wajah Kyuhyun, dan mungkin—sedikit merusak harinya dengan kedatangan Seohyun.
“Ya.” Sahut Kyuhyun dingin. Dia langsung meletakkan tumpukkan berkas-berkas super tebal di meja Seohyun. “Kerjakan itu, aku mau itu selesai dua jam setelah ini.” Ujarnya dengan dingin, tapi sekarang senyum dingin itu terganti dengan senyum sinis dan alis yang terangkat. Lalu Kyuhyun segera masuk ke dalam ruangannya sendiri.

“Wah akhirnya kau berangkat juga, Soojin-ah. Kukira kau akan istirahat selama sehari lebih,” kata Yuri ketika Sooyoung memasuki butik milik Yuri.
“Aih, sakitku kan tidak separah itu. Lagipula, aku masih harus mengerjakan dua pesanan dari Nyonya Park itu,” jelas Sooyoung sambil meletakkan mantelnya di atas meja kerjanya—atau lebih tepatnya—area mendesainnya. Sooyoung melipat mantelnya dan kembali meletakkannya bersama dengan tas tangannya. “Apa Nyonya Park orang yang mau mengundur waktu?”
Yuri menggeleng. “Tidak. Aku sudah pernah dimarahinya hanya karena telat membuatkannya gaun. Padahal, membuat gaun itu perlu waktu dua minggu. Tapi Nyonya Park hanya memberiku waktu seminggu.” Jelasnya sambil menghela napas. “Baiklah, Soojin-ah. Kajja bekerjaaa~”
Mereka kemudian masuk ke dalam box kerja mereka masing-masing. Sooyoung mengeluarkan buku akuntansi miliknya sejak dulu dan  meletakkannya di tengah-tengah meja. Dibukanya satu-persatu halaman, dan berhenti di hasil desainnya untuk gaun yang pernah dikenakan Soojin ketika resepsi pernikahan.
Ingatan Sooyoung kembali melayang ketika hari itu dia menyerahkan hasil desainnya. Soojin memeluknya dengan mata berkaca-kaca dan mengucapkan terima kasih secara berulang-ulang. Padahal, menurut Sooyoung, hasil desainnya tidak semenarik itu.
Ah, tentu saja. Soojin adalah kakaknya yang terbaik. Tapi, dia malah begitu tega merebut kebahagiaannya. Dialah penyebab semuanya.
Sooyoung menggeleng-gelengkan kepalanya dengan cepat, memaki dalam hati. Kenapa pula dia harus teringat tentang penyamarannya sekarang. Dengan kesal, Sooyoung menutup bukunya dan melemparkannya ke pojok box kerjanya dan kembali menggoreskan pensil sketsanya di atas kertas putih yang kosong.
Baiklah, dia bisa melakukan ini. Hanya perlu menggoreskan lekukan, lipatan, dan jadilah gaun yang bagus.
Tapi tidak. Pikiran Sooyoung terlalu berantakan untuk menghasilkan goresan menarik tentang sebuah gaun.
Eomma… Apa yang harus aku lakukan?! Apa aku harus mengatakan semua kebohonganku selama ini, dan membiarkan Kyuhyun membenciku? Ataukah aku harus menyimpannya sampai Soojin Unnie mengakuinya?! Toh, akhirnya tetap sama. Kyuhyun membenciku.”
Tanpa sadar, air mata Sooyoung mengalir. Belakangan ini, perasaannya benar-benar tidak menentu. Terkadang dia begitu pusing, terkadang begitu bahagia, dan terkadang merasa bersalah dan sedih seperti sekarang ini. Sooyoung mengempaskan tubuhnya agar bersandar di kursi buatan Itali itu, membiarkan kenyamanan menelusup ke pikirannya, dirinya, agar dia bisa kembali berpikir jernih.
Setelah memejamkan matanya beberapa saat, akhirnya Sooyoung sudah merasa cukup baikan dan kembali meraih pensilnya dan menggoreskannya ke atas kertas.

___________

“Apa rencana kita selanjutnya? Menghancurkan hubungan mereka? Membayar orang untuk mencelakai mereka?” Tanya Seohyun sambil mengetik berkasnya di komputer. Dia sedang berbicara dengan Victoria.
Aniya, Seohyun-ah. Kita harus membiarkan rencana kita mengalir dengan tenang. Biarkan mereka merasa tenang selama beberapa saat, lalu kita akan datang dan menghancurkan semuanya! Haha~”
Baiklah, terserah kau saja.” Kata Seohyun.
“Bagus, beritahu aku jika ada masalah dengan pasangan sialan itu.”
Klik. Victoria menutup telepon. Seohyun menghela napasnya, sebenarnya, dia malas membalaskan dendam sepupunya itu kepada Kyuhyun dan Sooyoung. Karena, tampaknya Sooyoung dan Kyuhyun memang ditakdirkan untuk bersama. Dan bukannya tidak ada satupun orang yang bisa menghalangi takdir?
Seohyun menaruh ponselnya di sudut meja kerjanya dan kembali mengetik berkas-berkas yang diserahkan Kyuhyun tadi pagi.

___________

Sooyoung menatap hasil karyanya bangga. Akhirnya, jadi juga desain gaun gadis sederhananya yang bermodel kalem. Mungkin gaun ini cocok untuknya sendiri. Sooyoung meregangkan otot-ototnya yang kaku, lalu bangkit untuk mengambil minuman.
“Kau sudah selesai mendesain, Soojin-ssi?” Tanya Yuri sambil mengutak-atik laptop di hadapannya. “Boleh kulihat?” Tanyanya lagi sesudah melihat Sooyoung mengangguk.
“Ne, chamkamman.” Ujar Sooyoung sambil berjalan menuju box kerjanya. Setelahnya, dia menyambar kertas putih yang menggambarkan sebuah gaun ke arah Yuri. “Sebenarnya, gaun ini sangat sederhana. Aku membuatnya untukku sendiri kok, kalau-kalau ini tidak pantas di pajang di butik.”
Yuri mengamati gaun itu sebentar. “Waah, gaun ini sangat unik! Sepertinya, aku akan membuat pesta untuk launching-nya gaun-gaun buatanmu!”
“Itu terlalu berlebihan, Yuri-ssi. Tidak usah, itu menghabiskan waktu dan biaya.”
“Tapi aku yakin sekali akan banyak peminatnya jika aku mengadakan pesta,”
Sekali lagi, Sooyoung menggeleng.

______________

Sooyoung menyiram wajahnya yang kotor menggunakan air panas yang mengucur dari shower di atasnya. Beberapa kali dia menghela napasnya. Pusing, kepalanya benar-benar pusing dan itu menyakitkan. Berbuat bohong terkadang menyerap energi yang besar.
Mata Sooyoung terpejam beberapa saat, sebelum akhirnya terbuka kembali. Dia akan mengakui semuanya sekarang. Entahlah, dia tidak tahu dimana Soojin sekarang. Tapi yang pasti, dia akan mengakuinya kepada Kyuhyun. Ya. Dia harus mengakuinya.
Air mata Sooyoung mengalir ketika membayangkan dirinya hidup tanpa Kyuhyun dan Yuri. Mungkin hidupnya akan terasa sangat kosong dan sepi sekali. terlebih, dia mungkin tidak akan dipedulikan oleh Kyuhyun lagi. Tidak, ketika dia sudah mengakui semuanya.
Tuhan, bolehkah dia menjadi Soojin?
Suara ketukan di pintu membuat Sooyoung kembali ke tanah, melupakan lamunannya. Mungkin Kyuhyun merasa aneh karena dia sudah ada di dalam kamar mandi sejak lama.
“Soojin-ah, gwenchana? Apa kau merasa sakit lagi?”
Saat kau mengakuinya, kau tidak akan pernah mendengar ini lagi. Batin Sooyoung dengan sedih. Dia menggigit bibirnya agar air matanya tidak mengalir, tapi toh semuanya gagal. Dia tetap menangis-tanpa-suara.
“G-gwenchana, Kyuhyun-ah. Kau istirahat saja, aku sedang senang bermain air.” Jawab Sooyoung berbohong, suaranya terdengar bergetar dan hilang ditelan air mata. Tapi setidaknya dia sudah menjawab pertanyaan Kyuhyun dan tidak membuat namja itu curiga. Pasti Kyuhyun mengerti betapa buruknya hari-hari membosankan seperti sekarang. Jadi, pasti namja itu akan membiarkannya sendirian.
“Baiklah, tapi—berjanjilah padaku, jangan pingsan, oke?” Kali ini Kyuhyun bertanya sambil terkekeh.
“Arraso!” Seru Sooyoung lalu ikut terkikik. Mulai sekarang, dia akan menikmati detik-detik kebersamaannya dengan Kyuhyun. Karena mungkin besok, atau besoknya lagi, dia tidak akan menempati posisi Soojin lagi. Dia akan kembali menjadi seorang gadis yang tidak dikenal, dan selalu dibanding-bandingkan dengan kakaknya yang sempurna.
Terdengar suara langkah kaki menjauh, Sooyoung mendesah lega. Dimatikannya shower yang masih menyala, lalu dia berjalan menghampiri jubah mandinya yang tebal, segera di pakainya lalu dia meraih ponselnya yang dia letakkan di atas kotak P3K yang ada di kamar mandi. Memang aneh karena P3K diletakkan disana, tapi pada saat seperti ini, itu lumayan menguntungkan.
Sooyoung mencari kontak Soojin yang kemarin menghubunginya. Setelah mendapatkannya, Sooyoung meng-klik tombol ‘call’. Dan sedetik kemudian, terdengar nada sambung.
Nada sambung berakhir, digantikan oleh suara merdu Soojin.
“Sooyoung-ah?! Kau akhirnya meneleponku!” Seru Soojin dari sana.
Entah kenapa, Sooyoung merasa sedikit kecewa, seharusnya Soojin tidak usah mengangkatnya dan membiarkannya bersama Kyuhyun lebih lama, tapi sepertinya itu tidak mungkin.
“Ya, Unnie. Mianhae, selama ini aku membuatmu khawatir. Kau tenang saja, keadaan disini baik-baik saja. Dengar, aku ingin kau mengakui segalanya. Kau harus kembali kesini, Unnie.” Pada akhir kalimat, Sooyoung merasa suaranya bergetar.
“…”
“Unnie, dengar aku. Semuanya akan baik-baik saja, kembali seperti semula, jika kita sudah mengakuinya. Mungkin Kyuhyun memang akan membenci kita, tapi sepertinya dia menyukai Unnie.” Air mata mengalir dari pelupuk matanya.
“Baiklah, secepatnya, aku akan mengakui segalanya. Tapi Sooyoung-ah, apa kau sudah siap dengan segala konsekuensinya?”
“Aku sudah siap. Bahkan ketika Unnie baru menikah.”
“Gomawo, Sooyoung-ah. Aku pasti akan segera menemuimu.”
Klik. Telepon terputus.
Sooyoung jatuh terduduk, ini saatnya. Ini saatnya dia pergi menjauh dari kehidupan Kyuhyun dan Soojin. Dia pasti bisa melakukannya. Sama seperti dulu, ketika dia masih sendirian. Ketika dia belum terlibat dengan pernikahan kakaknya.
Sayangnya, dia terlanjur menyukai Kyuhyun.
Itulah satu-satunya hal yang memberatkan langkahnya.

___________

Kyuhyun menatap masakan Sooyoung di hadapannya. Masih hangat, tapi kemana pembuatnya? Matanya bergerak memutar, berusaha melihat kertas pesan atau apa yang bisa membuatnya tahu kemana anaenya itu. Tidak ada, yang ada hanya baki itu dan seluruh ruangan yang sepi dan kosong.
Tiba-tiba, seperti ada yang menghantam hati Kyuhyun. Kyuhyun tidak tahu apa maksudnya, yang dia tahu, tiba-tiba dia merasa dadanya sesak dan sakit. Seakan-akan sebuah firasat datang dan ingin memberitahunya sesuatu.
Suatu saat, tempat ini akan seperti ini…
Kyuhyun kembali tersentak mendengar suara hatinya ini. Ada apa? Kenapa tempat ini—apartemennya—akan seperti ini? Apa yang akan terjadi?! Kyuhyun menggeleng-gelengkan kepalanya, berusaha menghilangkan pikiran buruknya. Mungkin itu hanya khayalannya saja.
Setelah pikiran-pikiran itu menghilang dari pikirannya, Kyuhyun memutuskan makan saja. Pasti enak menikmati masakan anaenya sendiri. Kyuhyun merasa beruntung sekali, pertama, dia memiliki seorang anae yang begitu sempurna—bisa menjadi wanita karir, tapi juga bisa menjadi ibu rumah tangga yang baik; kedua, Soojin sangat pengertian dan sopan terhadap orang, bahkan termasuk orang yang bermaksud jahat kepadanya seperti Seohyun; Soojin tidak pernah mengeluh, bahkan gadis itu bisa melakukan banyak hal sepulangnya kerja. Seperti membersihkan apartemen, merapikan kamar, memasak, mencuci baju, menyeterikanya, mengkanji tuxedo-tuxedo Kyuhyun; bla blah blah. Rasanya, Kyuhyun merasa sangat beruntung bisa memiliki anae seperti Sooyoung.
Kyuhyun meraih mangkuk yang sudah disiapkan oleh Sooyoung dan sendoknya, serta sumpit. Diambilnya sup kimchi dan sayuran-sayuran yang telah dicampur dengan sambal merah, lalu memasukannya ke dalam mulut.
Tidak pernah dia makan sesuatu yang tidak sehat dan tidak enak sesudah menikah dengan Soojin.
Di samping mangkuk berisi sup, ada dua buah gelas yang berisi susu panas dan air putih. Sooyoung benar-benar perhatian.
Entah kenapa, Kyuhyun tiba-tiba tersenyum dan merasakan pipinya panas. Ada apa dengannya!? Benarkah dia memang sudah menyukai Soojin, bahkan ketika pertama kali mereka bertemu? Tidak, rasa-rasanya perasaan itu baru muncul ketika Soojin tinggal bersamanya.
itu artinya, yang dicintai Kyuhyun bukan Soojin, melainkan Sooyoung…

____________

Sooyoung merapatkan mantelnya, menunggu kedatangan Soojin. Dia sudah siap. Sangat siap bahkan. Dia akan mulai menerima kenyataan dan memberitahu kebahagiaan Kyuhyun yang sesungguhnya. Meski itu bukan dirinya.
Gwenchana, Sooyoung-ah, bisiknya pada dirinya sendiri, yang terpenting adalah seseorang yang kau sayangi dan kau cintai bahagia. Itu yang terpenting.
Sooyoung kembali menyesap cappuccino di hadapannya. Hangat, tubuhnya mulai menghangat. Suara kelentingan pintu membuatnya menoleh, dia sedang duduk di Starbuck sambil menunggu kedatangan Soojin.
Itu dia, Soojin sudah datang. Kakaknya itu tidak berubah sedikitpun, wajahnya masih tetap sama dan selera berpakaiannya pun masih sama.
“Annyeong, Sooyoung-ah~” sapa kakaknya itu sambil duduk di kursi depan Sooyoung. “Sudah menunggu lama? Mianhae, aku harus berusaha keluar dari rumah dulu.”
Sooyoung tampak kaget. “Apa?! Jadi Unnie tinggal serumah bersama mantan Unnie itu?” Serunya tak percaya.
“Uh-mm.. yeah… Kami memang tinggal bersama,”
“Unnie?! Apa Unnie gila?! Unnie sudah punya Kyuhyun, apa itu kurang?!” Seru Sooyoung dengan shock. Dia benar-benar tidak menyangka kakaknya bisa sejahat dan seegois ini.
“Choi Sooyoung! Aku sama sekali tidak menyukai Kyuhyun! Bahkan kami baru saling kenal selama dua minggu sebelum pernikahan! Apa mungkin aku bisa menyukai—tergila-gila—pada Kyuhyun hanya dalam waktu itu?!”
Sooyoung memegang erat tas jinjingnya. “Unnie benar-benar yeoja jahat! Itu sama saja dengan Unnie berselingkuh!”
“Hei, Choi Sooyoung, aku ini kakakmu, Choi Soojin! Dan—well—siapa yang menjadi anae Kyuhyun?! Aku, kan? Kenapa kau yang—”
“CHoi Sooyoung!?” Seru seorang yeoja yang tiba-tiba berada di depan Sooyoung dan Soojin. “Apa yang sebenarnya kalian bicarakan?!”
“Kwon Yuri?” Seru Sooyoung terbata, matanya mendelik dengan ekspresi kaget yang amat sangat.
“Ya, aku. Sekarang, tell me, sebenarnya apa yang kalian lakukan? Bertukar tempat?!”
Serangan telak.
Sooyoung hanya sanggup menunduk. Rasanya menakutkan, bahkan untuk menatap mata Yuri yang biasanya ceria. Bibirnya terkatup rapat.
“Ayo, katakan sekali lagi!”
“Baiklah, kami memang bertukar tempat.” Kata Soojin berusaha tenang. “Aku tidak menyukai Kyuhyun. Dan aku masih sangat menyukai kekasihku,”
“Dan akhirnya kau menyuruh adikmu ini untuk menggantikanmu selama beberapa saat, sementara kau bersama kekasihmu itu? Kalian ini benar-benar menggelikan! Pantas saja aku merasa ada yang tidak benar disini.”
“Dengarkan aku dulu, Kwon Yuri. Aku bisa menjelaskan semuanya.” Kata Sooyoung kali ini diberanikannya dirinya untuk menatap Yuri yang meledak-ledak. “Aku yang seharusnya kau salahkan sejak awal. Jika aku tidak menyanggupi perjanjian itu, kejadiannya tidak akan seperti ini.” Air mata Sooyoung mengalir. “Dan aku melakukan kesalahan terbesarku. Aku menyukai seseorang yang sekarang menjadi kakak iparku sendiri. Sehingga rasanya berat mengakui semuanya seorang diri di depan kalian semua.”
Soojin dan Yuri sama-sama tampak kagetnya. Mereka berdua menutup mulutnya dengan tangan.
“… dan itu adalah akhir dari semuanya. Soojin Unnie, aku yang akan menjelaskan semuanya pada Kyuhyun, kalian berdua diam saja. Biar aku yang memberitahukannya. Semoga kalian bersenang-senang.” Lanjut Sooyoung, lalu langsung bangkit dari kursinya dan bersiap berjalan menuju halte.

__________

“Soojin-ah, kau kemana saja?” Tanya Kyuhyun ketika mendengar lantai apartemen mereka berderak dan melihat Sooyoung tengah berdiri dengan muka sembap. “Apa yang—“
“Aku bukan Choi Soojin!” Tangis Sooyoung pecah. “Aku bukan Choi Soojin! Dengar, aku bukan Choi Soojin—anaemu itu! Aku adalah Choi Sooyoung! Aku adik dari anaemu sendiri!”
Kyuhyun tampak shock dan kaget dengan ucapan serta tangisan Sooyoung yang tiba-tiba. Apa maksud semuanya? Apakah ini lelucon April Mop? Ataukah ini memang kenyataan?
“K-kau…”
“Ya! Aku bukan anae aslimu! Aku Choi Sooyoung! Selama ini, aku dan kakakku bertukar tempat, dan tidak ada seorang pun yang mengetahuinya. Dan sekarang, aku mengatakan yang sejujurnya. Aku bukan Choi Soojin! Dan aku menyukaimu!”
BRAK.
Pintu apartemen mereka tertutup dengan keras dan sejenak, ruangan yang kemarin dipenuhi canda tawa itu senyap.
Lengang.
Kyuhyun masih mematung sambil memandangi pintu yang diam tak bergerak, berusaha mencerna semuanya. Jadi, selama ini dia tinggal bersama adik dari anaenya? Jadi yang selama ini memilihkan baju, memasakkannya adalah adik dari seorang ANAEnya?!
Kyuhyun hanya bisa mematung. Tak dapat berkata.
  

T B C

Hehe, gimana readers? Jelek ya? Mian -___-

Jangan lupa comment ya, Annyeong ^^

12 komentar:

  1. Waaah ddaebak thor
    Lanjutt yaa scptnya
    Penasaran:"

    BalasHapus
  2. Bagus :) next partnya jangan lama-lama yaa :)

    BalasHapus
  3. akhirnya sooyoung ksh tau kebenarannya?! kasian soo yg tersakiti hatinya TT__TT soojin emg terlalu!!! semoga kyu lbh milih soo drpd soojin

    BalasHapus
  4. huaaaaaa,semoga kyuppa gak benci soo eonn

    aaaa,kyuyoung fighting

    next part d tnggu :)

    BalasHapus
  5. GYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA....suka banget sumpah suka banget disini klimaxnyaa....nextnya semoga menyenangkan,kalaupun hrs galau tp endingnya harus happy:33 fighting thorr

    BalasHapus
  6. mereka sudah ngaku in ...
    dan kyuhyun syokkk ... gmna pdahal kyu n sooyoung sama" suka tpi ???
    ditunggu klnjutannya

    BalasHapus
  7. aigoo soo eonni sudah ngasi tau ke kyu, bagaimana nih si kyunya?
    ditunggu part selanjutnya ^^

    BalasHapus
  8. yeay terbongkar sudah

    BalasHapus
  9. akhirnya terbongkar semua..
    semoga kyu oppa gk benci sama soo unnie

    BalasHapus
  10. keren thor....
    feelnya dapet bgt, daebak... !!

    BalasHapus

 

CRACKER Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template