Sabtu, 09 Februari 2013

Impostress [Chapter 6 - Pra-Ending]



Title: Impostress

Author: MeydaaWK 

Cast: Find It By YourSelf.

Genre: Sad, Romance

Length: Series

Rating: PG14

Poster: UnniKNA
Author Note:
Annyeong Readersdeul~ ^^

Ketemu lagi sama Author penuh kegajean macam saya -____-

Kali ini Author comeback bareng sama Impostress. Mm, adakah yang menantikan ff Author ini? Gak ada ya? Yaudah~ *ngacir

Mian ya readersdeul, Author belum bisa ngepost di wp, soalnya lagi dalam tahap promosi -____- Mian ne ._.v Palingan Author kembali post di wp sampai Maret, ato kalo gak ya April. Masih lama ya?! Mian deh readerdeul :)

Ada yang suka sama EXo fanfiction? Kalo ada, min punya ff yang castnya tuh EXO. Kalo ada yang mau Author share, kalo nggak ya nggak -___-
Oh ya, chapter ini Pra-Endnya loooh, nanti END-nya cepet2 Author post deh, sebagai ganti permintaan maaf Author -___-

Langsung aja ne?

Check It Out!
Happy Reading~

________________

Chapter 5~


Kyuhyun masih mematung sambil memandangi pintu yang diam tak bergerak, berusaha mencerna semuanya. Jadi, selama ini dia tinggal bersama adik dari anaenya? Jadi yang selama ini memilihkan baju, memasakkannya adalah adik dari seorang ANAEnya?!
Kyuhyun hanya bisa mematung. Tak dapat berkata.

____________

Chapter 6~

Sooyoung berusaha dengan sangat keras agar air matanya tidak mengalir lagi. Terkadang, kenyataan memang sangat jahat. Kenyataan sudah membuat hatinya terluka untuk kedua kalinya. Meski Sooyoung tahu akhirnya akan seperti ini, dia tetap merasakan sakit yang begitu menyeluruh dan nyata. Sekarang, apa yang harus dilakukannya? Kembali ke apartemen dan mengatakan dia menyesal lalu dengan pasrah menerima caci maki dari mulut Kyuhyun? Atau, lebih baik dia terjun dari atap kafe dimana dia sedang duduk sekarang?
Entahlah. Sooyoung merasa sangat bingung dan—yeah, menyesal. Dia menyesal kenapa dia tadi mengakuinya? Padahal, jika dia mau, dia bisa membuat dirinya sendiri bahagia selama-lamanya. Selama-lamanya, jika dia tidak bertemu dengan keluarganya. Mustahil. Pasti rasa sakitnya akan semakin nyata jika kenyataannya terungkap. Dia mungkin akan semakin kesakitan, dan hatinya perlahan-lahan berlubang. Lalu, dia akan mati.
Sooyoung menggeleng-gelengkan kepalanya. Dia kembali menyesap secangkir cokelat panasnya. Biasanya, cokelat bisa membuat perasaannya membaik. Tapi tidak. Sekarang rasanya dia ingin menghujamkan pisau tajam ke dadanya sendiri.
Mungkin mati adalah pilihan terbaik sekarang.
Lagi, Sooyoung menggelengkan kepalanya yang terasa berat. Jika dia mati sebelum bisa meminta maaf pada semua pihak yang disakitinya, dia pasti akan dikenang sebagai ‘kembaran-tidak-tahu-diri-yang-menyedihkan’ oleh Soojin, dan mungkin Kyuhyun juga.
Bagaimanapun, Sooyoung masih menyukai Kyuhyun. Bahkan mungkin sebesar cintanya pada Eommanya dan Appanya. Dalam artian cinta yang berbeda tentunya.
“Nyonya Soojin?” Seru seseorang tiba-tiba. Refleks, Sooyoung menoleh. Didapatinya sekretaris Kyuhyun tengah memasang wajah berbinar di hadapannya.
“Nde,” sahut Sooyoung pendek. Pasti yeoja di depannya—yeoja yang pernah menumpahkan minumannya di gaun Sooyoung—tidak tahu bahwa dia bukan Soojin yang sebenarnya. “Waeyo?”
Seohyun tersenyum manis sambil meletakkan baki makanannya di atas meja yang sama dengan Sooyoung. “Bolehkah saya duduk disini?” Tanyanya berusaha sopan.
“Silakan saja. Lagipula saya sudah akan pergi. Annyeong.” Tegas Sooyoung lalu berjalan menuju kasir, meninggalkan Seohyun sendirian.

_______________

Dengan perasaan kesal yang membuncah, Kyuhyun kembali memandangi yeoja di hadapannya—anaenya yang asli—yang tengah mendorong sebuah koper bewarna dengan santai ke dalam apartemen mereka.
“Mau apa lagi kau?” Gertak Kyuhyun dengan kesal, sakit hati tepatnya. Dia tidak pernah menyangka kehidupan cintanya akan berjalan seperti drama.
“Tentu saja tinggal disini. Bukannya apartemen ini untuk kita berdua?” Tanya Soojin balik sambil memasang wajah sinisnya yang terbaik.
“Aku tidak peduli. Yang aku tahu, aku sudah tidak punya anae lagi.”
“Kalau begitu, kau berniat menceraikanku?! Tidak bisa, tuan Cho Kyuhyun. Aku dan kau tidak bisa mengingkari bahwa kita sudah terikat. Ingat surat wasiat keluarga?”
“Kalau begitu, kita tidak bercerai. Tapi juga tidak menikah. Intinya, kau bisa pergi dari sini sekarang.”
Soojin menggeleng dengan tegas. “Kau yang pergi, atau kita tinggal bersama.” Katanya memberi tawaran yang cukup sulit untuk Kyuhyun.
Dengan amarah yang meluap, Kyuhyun langsung berbalik dan berjalan dengan cepat ke satu-satunya kamar yang ada di apartemen ini. Dia langsung menarik kasar pegangan koper yang sama dengan yang dipegang oleh adik Soojin beberapa bulan yang lalu. Sialan, decih Kyuhyun jemu. Dia seharusnya tidak mengingat Sooyoung lagi sekarang. Lagipula, gadis itu dan kakaknya sama-sama sialan.
Kyuhyun kembali mengumpat ketika tidak berhasil menarik tuxedo formalnya yang telah dikanji dan digantungkan di lemari oleh Sooyoung. Ingatannya kembali terbang ketika mereka berdua—well, dia dan Sooyoung—menghadiri pernikahan itu. Lamunan Kyuhyun terhenti ketika Soojin kembali masuk ke dalam ruangan. Gadis itu pasti sengaja membuat emosinya semakin meluap.
“Sudah selesai? Kalau sudah, cepat keluar. Aku lelah,” kata yeoja itu sambil memandang Kyuhyun datar.
Sialan, siapa yang SEHARUSNYA mengusir disini!? Siapa yang seharusnya bersikap menyebalkan sekarang? Kenapa sekarang ia terlihat seperti seorang nampyeon yang takut kepada anaenya sendiri? Tidak, sekarang dia tidak sudi lagi menyebut Soojin sebagai anaenya. Gadis itu munafik dan bersikap menyebalkan. Berbeda seratus delapan puluh derajat dengan adiknya.
Kyuhyun menghela napas dan akhirnya mengakui bahwa: a) dia memang mencintai Sooyoung, dan bukan Soojin dan b) Soojin memang tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan adiknya yang hebat itu. Setelah semua barangnya masuk ke dalam koper, cepat-cepat Kyuhyun menyambar mantel tebalnya yang dicantelkannya sendiri dua jam yang lalu, memakainya dan langsung keluar.
Sejenak, ruangan itu langsung sepi.
Dan Kyuhyun tahu, ruangan ini, selamanya akan begitu…

___________

“Aku berniat untuk mengambil semua barangku disini. Aku tahu, pasti kau dan Kyuhyun membenciku. Aku juga, membenci diriku sendiri.” Kata Sooyoung ketika dia berada di hadapan Yuri secara langsung.
Yuri memandang Sooyoung sejenak, lalu menggeleng.
“Aku adalah orang yang professional. Lagipula, orang professional adalah orang yang bisa membedakan masalah kehidupan dengan pekerjaan. Jadi, tidak ada alasan untuk kau keluar jika tidak memiliki alasan yang masuk akal.” Jelas Yuri sambil menjabat tangan Sooyoung.
“Aniya, aku tidak bisa melihat lagi orang yang sudah kubohongi. Mianhae, tapi aku tidak bisa. Jeongmal ghamsahamnida sudah menerimaku bekerja disini. Dan mianhae, pasti penyamaranku men yebalkan dan membuatmu marah sekali.” Tutur Sooyoung sambil menunduk. “Aku tidak akan pernah muncul di hadapanmu lagi. Tenang saja,”
“Tapi—”
Sooyoung hanya mengangguk, lalu mulai memberesi hasil desain-desainnya yang berserakan dan memasukkannya ke dalam ranselnya. Dia berusaha menahan air matanya yang akan mengalir. Tidak, dia tidak boleh menangis lagi sekarang. Sudah cukup. Semuanya sudah berakhir.
Selesai. Sooyoung menutup ritsleting tasnya lalu kembali menyandangnya lagi. Dia berhenti untuk membungkuk di hadapan Yuri—yang bagaimanapun masih lebih tua darinya—sebelum pergi keluar dari butik itu, kalau bisa, keluar dari dunianya.
Sooyoung menghentikan taksi yang lewat, lalu menyuruh sopirnya mengantarnya ke rumahnya. Tepatnya, rumah orang tuanya.

___________

Sekali lagi, namja itu menuangkan isi botol itu ke dalam gelas mungil di hadapannya, sebelum meminumnya. Kepalanya yang pusing berdenyut-denyut. Pandangan matanya mengabur dan hanya menyisakan bayang-bayang semu. Bibirnya terangkat hanya untuk mengatakan sesuatu yang tidak jelas. Matanya yang lelah dan merah dipenuhi oleh bayang-bayang seseorang.
“Tidak lagi!” Serunya tanpa memedulikan dimana dia berada. Orang-orang yang berada di dekatnya sama sekali tidak memandangnya, memutuskan mengacuhkannya. Sudah pemandangan biasa jika orang mabuk mengatakan sesuatu yang tidak berdefinisi.
Seorang yeoja dengan mata lebar menghampiri namja itu. Senyum tipis yang sinis tampak di bibirnya. Dengan cepat, dia duduk di kursi di dekat namja itu. Lalu mulai menjalankan rencananya.
“Astaga, Tuan Cho Kyuhyun! Kenapa anda berada disini?!” Seru yeoja itu berpura-pura kaget, namun dari bibirnya tetap tercetak sebuah senyum. Dia sudah bisa mencium bau-bau keretakan hubungan seorang Cho Kyuhyun dengan anaenya. Lihat sampai dia berhasil membuat Cho Kyuhyun hancur. Lihat saja.
Kyuhyun—namja itu—hanya mengeluarkan lenguhan malas dari bibirnya. Lalu tangannya yang kosong mulai meraba-raba ke sembarang arah. Dan berhenti di atas tangan gadis itu.
Great, bisik gadis itu pada dirinya sendiri. Ayo lakukan lebih, maka dengan cepat rencanaku akan berjalan sangaaaaat lancar.
“Tuan, apa yang tuan lakukan!?” Gadis itu berpura-pura bodoh dan memasang wajah ngeri. Dia langsung berusaha menarik tangannya di bawah tangan Kyuhyun, tepat saat Kyuhyun mencondongkan mulutnya menuju bibir gadis itu.
Dengan cepat, gadis itu mengacungkan jari jempolnya ke arah gadis lain di kejauhan. Tepat ketika bibir Kyuhyun mulai menempel di bibir gadis itu, blitz langsung menyala dari kejauhan…
Sementara gadis dengan kamera di tangannya tersenyum dengan sangat sinis dan jahat..

___________

“Apa-apaan ini!?” Seru Sooyoung ketika Victoria menyodorkan Polaroid-polaroid dengan objek Kyuhyun dan seorang yeoja yang sedang berciuman. Tadi, dia bertemu dengan Victoria ketika mereka berdua berada di halte bus.
“Apakah kau tidak merasa marah melihat adanya perselingkuhan disini?” Tanya Victoria sambil tersenyum. “Lihat, kau lihat ekspresi yeoja yang dicium oleh Kyuhyun. Biasa saja, kan? Itu artinya, dia dan Kyuhyun memang memiliki sebuah hubungan yang tidak biasa,”
“Memangnya, apa peduliku?” Tanya Sooyoung dengan senyum menghias di bibirnya sambil menatap Victoria. Dia tahu tidak mungkin Kyuhyun melakukan hal sekeji itu. Pasti yeoja di depannya ini sudah menjebaknya. Pasti.
“Hei, Nyonya Cho! Apa kau dan tuan Kyuhyun bukan suami-istri?! Apa kau tidak punya perasaan?! Seharusnya, kau merasa marah dan sakit hati lalu mendiamkan Kyuhyun, dan kalian akan bercerai!”
“Kau membongkar semua rahasiamu sendiri, Nona Song. Tapi, dengar, aku tahu bagaimana rasanya ketika cinta kita tidak terbalas dan bahkan orang yang kita cintai malah menikah dengan orang lain, aku tahu rasanya bagaimana ketika melihat orang yang kita cintai bermesraan dengan yeoja lainnya. Aku tahu bagaimana rasanya. Tapi aku mencoba merelakan. Bukan cinta namanya jika kau memaksa dia berada di sampingmu. Yang seharusnya kau lakukan adalah merelakan. Kau harus mulai merelakan, mulai sekarang, lagipula, rasanya pasti menyedihkan sekali apabila kau sudah berhasil mendapatkan orang yang kau cintai itu, tapi cinta orang itu bukan untuk kita.” Tutur Sooyoung panjang lebar. “Mulai sekarang, kuharap kau mengerti apa arti mencintai, dan dicintai. Kau harus bisa merelakan Kyuhyun untuk orang lain. Mengerti?”
“…”
“Dan, satu lagi, aku minta maaf jika kata-kataku terlalu kasar waktu itu. Aku hanya kesal, dan cemburu. Itu saja, tolong maafkan aku.” Lanjut Sooyoung, kali ini dia langsung bangkit dan meninggalkan Victoria sendiri. Membiarkan gadis itu merenungkan kesalahannya karena sudah berusaha menghancurkan hubungan orang lain.
Selepas kepergian Sooyoung, Victoria mengeluarkan ponselnya dengan air mata yang mengalir. Dia segera menekan speed-dial nomor Seohyun.
Yeoboseyo?” Sapa Seohyun disana.
“Mulai sekarang, kita hentikan semua aksi menghancurkan kita. Mulai sekarang, kita hidup sebagai orang baik. Bukan orang yang berpura-pura baik. Uangmu akan segera kukirim,”
Klik. Victoria sudah mematikan sambungan telepon sebelum Seohyun menjawab sepatah katapun.
Sooyoung benar, memang seharusnya dia mulai merelakan. Merelakan sesuatu yang memang bukan miliknya dan takdirnya.

__________

Soojin menatap ke sekeliling apartemennya. Lengang sekaligus sepi. Dia heran kenapa Sooyoung dan Kyuhyun bisa tinggal di tempat sesepi ini. Tapi, jawaban dari pertanyaan itu sudah ada di pikirannya. Karena sepertinya Sooyoung berhasil membuat Kyuhyun jatuh cinta dengan kepolosan dan kepintarannya dalam berumah tangga. Pasti apartemen ini awalnya ramai dan ada kebahagiaan di setia sudut-sudut bangunannya. Bahagia, sebelum dia datang.
Satu hal yang perlu ia ingat, dia yang menghancurkan hubungan kebahagiaan yang tidak bisa dia jelaskan antara Kyuhyun dan adiknya. Semua orang—bahkan yang baru melihatnya—pasti tahu kalau Kyuhyun dan Sooyoung saling menyukai, atau bahkan mencintai. Dan Soojin tahu sekali bahwa Kyuhyun tidak suka melihatnya, bahwa diam-diam Sooyoung juga menyesal telah membongkar semuanya.
Soojin menyenderkan kepalanya ke pintu dan berusaha meresapi semuanya yang terjadi, dan bagaimana solusinya. Otaknya buntu. Kenapa ini semua terjadi?! Jika dia tahu kejadiannya akan seperti ini, dia pasti melarang Sooyoung membongkar segalanya. Tapi, apa yang bisa dia lakukan sekarang?
Entahlah.

__________

Dengan napas memburu, Kyuhyun meninju bantalan yang digantung di depannya. Inilah gunanya olahraga tinju sebenarnya, bisa membuat emosinya tersalurkan. Kemarin Kyuhyun mendapat e-mail dari Sooyoung yang berisi permintaan maaf dan menyesal telah melakukan hal itu kepadanya. Lalu, Sooyoung juga bilang bahwa dia tidak akan muncul lagi di hadapannya.
Sekarang, bagaimana mungkin dia bisa hidup tanpa melihat sosok yang dicintainya lagi? Memang, awalnya Kyuhyun enggan mengakui bahwa dia memang menyukai Sooyoung yang sederhana dan apa adanya. Dia harus melewati pertengkaran batin dulu sebelum akhirnya sampai pada kesimpulan bahwa dia memang mencintai Sooyoung, bukan sebagai adik ipar, melainkan sebagai seorang namja kepada yeoja. Kyuhyun tidak tahu kenapa itu bisa terjadi.
Dug!
Sekali lagi, tinjunya kembali melayang ke arah bantalan itu dengan keras dan mantap. Napas Kyuhyun pendek dan memburu, dia benar-benar tidak tahu apa yang harus dilakukannya sekarang. Apakah dia harus mengakui perasaannya kepada seluruh keluarganya, lalu bercerai dan menikah dengan Sooyoung?! Tidak mungkin, pasti seluruh keluarganya akan menolak dengan keras dan menghapus namanya dari daftar keturunan. Itu bisa gawat. Lalu, apakah Kyuhyun harus menghabiskan sepanjang hidupnya dengan meratapi kenyataan bahwa dia hanya bisa hidup dengan seorang yeoja sialan tanpa bisa mengekangnya dan mencari yang lainnya?! Tidak. Dia tidak akan sanggup melakukan hal itu. Tidak akan bisa, kecuali jika hatinya mati.
Mmm, kematian.
Kenapa kematian tidak menyerangnya sekarang juga!? Kenapa harus menunggu lama lagi? Sepertinya, ini saat yang tepat.
Tidak, tidak. Itu pikiran yang sangaaat bodoh. Memangnya hidupnya hanya berisi dengan seorang yeoja?! Dia bisa menyibukkan dirinya sendiri dengan pekerjaan, dan malamnya, dia bisa pergi ke bar dan menghabiskan semua uangnya dengan mabuk. Bisa di pertimbangkan.
“Kyuhyun-ah!” Seru seseorang yeja, yang membuat Kyuhyun refleks menoleh. Dia melihat kakak perempuannya sedang berdiri di ambang pintu sambil mengacung-acungkan air mineral dan handuk kecil. “Ayo cepat kesini! Semua orang sedang menuju ke apartemenmu! Tapi kenapa kau malah disini?”
Kyuhyun berhenti meninju dan menghampiri kakaknya. Dia segera mengambil alih handuk dan botol air itu, lalu meneguknya dalam dua kali tegukan.
“Aku punya banyak sekali cerita untuk Noona.” Katanya pendek. “Ayo duduk di ruang kerjaku.”
Ahra mengerutkan keningnya, tapi tak urung dia mengikuti langkah lebar Kyuhyun.
“Noona, anaeku sendiri menipuku.”
“Menipu?! Apa dia merampas semua uangmu dan membuatmu miskin?!”
“Noona jangan mengada-ada. Dia benar-benar menipuku.”
“Ayo, duduk disini dan jelaskan pelan-pelan, supaya aku paham.”
“Anaeku dan adiknya bertukar tempat.” Kata Kyuhyun mengawali ceritanya. “Jadi, yang selama ini bersamaku adalah—bukan anaeku—melainkan adiknya, Choi Sooyoung.”
“MWO?!”

__________

Dengan bingung Soojin menatap rombongan keluarganya sekaligus keluarga Kyuhyun yang tengah memandanginya dengan sama bingungnya.
“Dimana Kyuhyun?” Tanya Nyonya Cho sambil memandangi Soojin. “Apa dia tetap berangkat kerja?! Dasar, tidak perhatian sekali kepada anaenya sendiri. Apa dia bersikap kasar padamu, Soojin-ah?”
“A-aniya. Semuanya baik-baik saja. Dan—well­—Kyuhyun memang sangat sibuk, jadi dia jarang berada di rumah. Mmm, biar aku meneleponnya Eommonim. Eommonim dan yang lainnya duduk saja,”
Buru-buru Soojin berlari menuju dapur dan mengeluarkan ponselnya. Bukannya keluarganya bilang akan pulang akhir tahun?! Kenapa pulang secepat ini?! Soojin segera mencari kontak Kyuhyun. Sial, ponsel Kyuhyun tidak aktif.
“Soojin-ah, eoddiga?!” Terdengar suara Eommanya yang begitu dikenalnya.
“Mm, disini Eomma.” Kata Soojin sambil mengayunkan tangan kanannya.
Nyona Choi segera memasuki dapur dan mendapati bahwa dapur tertata dengan sangat rapi dan sayuran belum matang dan beberapa makanan lainnya tertata di dalam kulkas.
“Hmm, siapa yang melakukannya, Soojin? Kau?”
“Ah emm, tentu saja. Siapa lagi kalau bukan aku,” sahut Soojin berbohong. Padahal dia tahu sekali Sooyoung yang melakukan semuanya. Padahal, dia belum sama sekali menginjak dapur.
“Kimchinya lezat. Kau masak yang banyak lagi, ne? Eomma akan membuatkan minuman.”
Alarm kebakaran seolah berbunyi di kepala Soojin. Bagaimana ini?! Padahal, dia tidak pernah bisa memasak! Bahkan memasak nasi gorengpun dia tidak begitu lancar. Dan sekarang, dia harus memasak kimchi untuk seluruh keluarganya sekaligus keluarga Kyuhyun?! Ini gila!!

__________

Dengan sebelah tangannya yang menganggur, Sooyoung menarik keluar ponselnya dari dalam tas selempangnya yang terletak persis di kanannya. Tanpa menatap siapa yang menelepon, dia langsung menekan tombol yes.
“Yeoboseyo?” Serunya dengan suara pelan.
Sooyoung-ah, eoddiga? Ayo cepat ke apartemen baru kakakmu, apakah kau tidak merindukannya dan merindukan Eomma dan Appa?”
“E-eomma… Ah, aku kesana lain kali saja. Aku sedang sibuk sekali,”
Ayolah, Choi Sooyoung. Pokoknya kau harus kesini. Cepat.”
Klik. Eomma-nya sudah memutuskan hubungan telepon, dan sekarang hanya tinggal dirinya sendiri dengan ponsel dan kertas-kertas sampah yang berserakan dimana-mana. Sooyoung menghela napas kesal. Eomma-nya memang suka sekali mengancam dan mematikan sambungan telepon secara sepihak. Benar-benar mengesalkan.
Tiba-tiba, ponsel yang masih dipegangnya berbunyi dengan keras. Sooyoung hampir terlonjak mendengarnya, segera dia angkat telepon tanpa-nama itu.
Yeoboseyo Sooyoung-ah. Cepat kesini, toloong cepat kesini!”
Klik. Telepon kembali mati sebelum Sooyoung mengatakan sepatah katapun.
“Argghhh~”

___________

Mobil mewah tersebut memasuki area parkir yang sangat luas. Kyuhyun memarkirkan mobilnya itu ketika sampai di parkiran lantai lima. Lalu, dia membuka kunci mobil, dan segera keluar setelah sebelumnya menarik lengan kakaknya.
“Cepat, Noona. Aku punya urusan yang harus kusampaikan kepada semuanya.”
Ahra hanya menatap Kyuhyun heran. Dia tidak mengerti jalan pikiran adiknya itu sedikitpun. Meskipun sudah tinggal bersama Kyuhyun sejak dua puluh empat tahun yang lalu.
Suara high heels yang dikenakan Ahra bergema di setiap lantai kayu yang tidak tertutupi karpet.
“Kyuhyun-ah, sekali ini saja, tolong jangan membuat semuanya hancur lebur. Aku tahu kau marah, tapi tolong sekali ini saja, jangan membuat Eomma atau Appa atau keluarga Choi marah besar kepadamu. berlaku baiklah. Dan, well, semoga rencanamu tidak seburuk yang kukira.”
Kyuhyun hanya tersenyum mendengar celotehan kakaknya yang terkadang tidak penting. Tapi, mungkin rencananya ini benar-benar akan menghancurkan segalanya…


T B C

Heheh, gimana readers? Menarikkah? Ato malah ancur?! Seancur-ancurnya, jangan jadi SIDER ya? ^^

Ghamsahamnida ^^

Annnyeonghaseyo~ 
                                

16 komentar:

  1. d.part ini alur.y kecepeten thor terus pendek,

    part selanjut.y mohon d.panjangin y thor, fighting :D

    BalasHapus
  2. semoga kyuhyun oppa mau ngaku klw dia cinta sama soo unnie,,.,..,
    d tunggu part selanjut x,.,.,

    BalasHapus
  3. annyeong..
    mianhae aku baru comment di part ini thor.
    1. aku baca ff ini lewat hp, dan hp aku susah buat me log-in email ku sendiri.
    2. pas bbrp part yang di publish d blogspot, aku bingung gmn harus comment (dan krn msh lewat hp)

    tp sekarang, aku udah on d lepi, jd bisa comment sepuasnya di part ini. Jeongmal mianhae thor, krn baru comment sekarang. mianhae.

    ff ini tuh, daebak bgt dah!
    emosi aku ditarik-ulur. trkdang senang, trkadang sedih, trkadang kesal.
    author daebak!!

    buat part akhirnya bagaimana thor?
    mksud rncana Kyu apa?
    apa soo eon jadi datang ke apatemen? (wish)

    next part ditunggu thor.
    sekali lagi, jeongmal mianhae yah thor..

    BalasHapus
  4. wahhhh......thor, harus cepet-cepet dan palliwa post selannjutnya. Pkoknya palliwaaaaaaaaaaaa. Daebakk!! author jjang!! kalo udah end bkin sequelnya ya.....

    BalasHapus
  5. Gmna nasib kyuyoung ...
    Soojin trjebak #hehehe
    ap yg mau d lkuin kyu
    Soo bkal dtg gk yh
    ditunggu klnjutannya

    BalasHapus
  6. Ddaebak thor..
    Waah udh mau end nih bakal rindu sma ff ini:"
    Next partnya cepetyaa^^
    Hwaiting

    BalasHapus
  7. Wah bagus thor :)
    next part d tunggu :)

    BalasHapus
  8. huaaah baru bacaXD aaa jadi deg2an gimana endingnyaa sumpah ceritanya bener2 gabisa ditebak bikin penasaran,kata2nya keren aah daebak deeh nextnya ditunggu ya:)

    BalasHapus
  9. kyuppa merencanakan apa sih??
    kenapa jd soo eonni yg menderita???

    next part d tnggu :)

    BalasHapus
  10. Jangan cepet ending donk
    Seru bgt dh crt nya
    nomu"daebak author ^^

    BalasHapus
  11. Daebakk ....
    Kelanjutan nya d tunggu bgtt ..
    Fighting thor ...

    BalasHapus
  12. pnsran....
    daebak author...
    bkin geregetan nie ff....

    BalasHapus
  13. wah.. soojin terlalu.. lgss bikin semua runyem. sampe kyu pergi dr apartemennya sendiri -__-
    pokoknya soo hrs dtg biar seru ketegangan keluarganya XD & siapa tau kyu malah nyatain cinta ke soo di dpn semua keluarganya

    BalasHapus
  14. Kyuyoung jjang

    BalasHapus
  15. bingung mau coment .. pokoknya daebak eon

    BalasHapus

 

CRACKER Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template